InExz5Qixm4


Tradisi Bali ~ Omed-Omedan Tradisi Ciuman Massal di Bali 2017 Full HD #1:  Dari sekian tak sedikit tradisi perayaan Hari Raya Nyepi, ada suatu  tradisi unik yang hanya bisa ditemui di Banjar Kaja Sesetan, Desa Sesetan, Denpasar. Tradisi tersebut bernama omed-omedan, yaitu ritual saling peluk serta tarik-luar biasa dengan cara bergantian antara dua kelompok muda-mudi yang selalu diadakan setiap tahun pada hari pertama seusai Nyepi. Menurut salah seorang penglingsir dari Desa Sesetan, I Gusti Ngurah Oka Putra, omed-omedan diperkirakan sudah ada sejak abad ke-17 serta semakin berjalan sampai saat ini. Menurut pewaris Puri Oka yang bersahabat disapa Ngurah Bima ini, omed-omedan berasal dari kata omed yang berarti luar biasa.Sekali waktu di masa lalu, tradisi ini sempat ditiadakan. Namun, tiba-tiba di tengah desa timbul dua ekor babi hutan yang saling bertarung. Masyarakat Desa Sesetan berpendapat faktor tersebut sebagai pertanda kurang baik. Menonton pertanda ini, sesepuh desa pun segera terbuktigil kembali para muda-mudi untuk berkumpul serta menyelenggarakan omed-omedan semacam biasa. Seusai kejadian itu, tradisi ini semakin diadakan dengan cara selalu sebagai upaya supaya desa terhindar dari malapetaka.Dalam tradisi ini, para muda-mudi setempat dikelompokkan menjadi dua grup, yaitu grup pria (teruna) serta grup wanita (teruni). Sebelum ritual dimulai, seluruh peserta mengikuti upacara persembahyangan bersama di Pura Banjar. Melewati persembahyangan bersama ini, para peserta memohon kebersihan hati serta kelancaran dalam pelaksanaan ritual omed-omedan. Seusai ritual sembahyang, ditampilkan pertunjukan tari barong bangkung (barong babi) yang dimaksudkan untuk mengingat kembali peristiwa beradunya sepasang babi hutan di desa ini.Kedua kelompok ini berbaris berhadap-hadapan dengan dipandu oleh para polisi budaya (pecalang). Kemudian, dengan cara bergantian dipilih seorang dari masing-masing kelompok untuk diangkat serta diarak pada posisi paling depan barisan. Kedua kelompok ini kemudian saling beradu serta kedua muda-mudi yang diposisikan paling depan wajib saling berpelukan satu sama lain. Saat keduanya saling berpelukan, masing-masing kelompok bakal hebat kedua rekannya tersebut sampai terlepas satu sama lain. Apabila kedua muda-mudi ini tak juga bisa dilepaskan, panitia bakal menyiram mereka dengan air sampai basah kuyup.Ketika pasangan muda-mudi saling berjumpa serta berpelukan erat, ada kalanya mereka bakal saling beradu pipi, kening, serta bahkan bibir. Masyarakat awam dari luar tak sedikit yang menyalahartikan faktor ini sebagai saling berciuman. Ritual omed-omedan pun dengan cara salah kaprah mendapat sebutan ritual ciuman massal dari Desa Sesetan. Ngurah Bima mengungkapkan faktor ini tak lebih cocok, sebab pasangan muda-mudi ini saling berjumpa dalam tempo yang pendek serta kondisi yang ricuh. Meskipun kesempatan itu ada serta peserta menghendaki faktor tersebut, namun kondisi yang keos tak bakal memungkinkan para pesertanya untuk menikmati peristiwa tersebut.Di masa lalu, masyarakat Sesetan hanya memandang tradisi omed-omedan sebagai tahap dari wujud masima krama alias dharma shanti (menjalin silaturahmi) antar sesama warga. Seiring perjalanan waktu, tradisi ini nyatanya menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Menyadari faktor ini, masyarakat setempat kemudian mengemas tradisi omed-omedan sebagai suatu  festival warisan budaya tahunan dengan tajuk Omed-omedan Cultural Heritage Festival yang juga dimeriahkan dengan bazzar serta panggung pertunjukan. Dari tahun ke tahun, pengunjung festival ini semakin meningkat, terlebih lagi dari kalangan pecinta gambargrafi yang saling berkompetisi untuk mengawetkan peristiwatum langka tersebut sebagai objek eksplorasi mereka.Terima kasih sudah menonton video ini, nantikan video-video menarik lainnya, silakan subscribe, like dan share untuk mendapatkan update video terbaru, terima kasih Tradisi Bali ~ Omed-Omedan Tradisi Ciuman Massal di Bali 2017 Full HD #1
HD
Views: 1,595,269
Likes: 808 | Dislikes: 815 (49.8%)


Running time: (12:50)
12 minute(s) and 50 second(s)



Category: #



Screen: L | M | S | FIT
AutoFullscreen On Off
AutoRepeat On Off
AutoFit On Off
Autoplay On Off
AutoAdvance On Off


|<  <<  >>  >|  

Clear All - Set A
Loop - Set B
Ascendents.net

Recent Videos      More | Hide


Next Video  [Wild] [Lucky] [Related]

Auto-Advance Queue, Favs, Luck Related,

Dimensions: 2D
Definition: HD
Closed Captions: none

Dari sekian tak sedikit tradisi perayaan Hari Raya Nyepi, ada suatu tradisi unik yang hanya bisa ditemui di Banjar Kaja Sesetan, Desa Sesetan, Denpasar. Tradisi tersebut bernama omed-omedan, yaitu ritual saling peluk serta tarik-luar biasa dengan cara bergantian antara dua kelompok muda-mudi yang selalu diadakan setiap tahun pada hari pertama seusai Nyepi. Menurut salah seorang penglingsir dari Desa Sesetan, I Gusti Ngurah Oka Putra, omed-omedan diperkirakan sudah ada sejak abad ke-17 serta semakin berjalan sampai saat ini. Menurut pewaris Puri Oka yang bersahabat disapa Ngurah Bima ini, omed-omedan berasal dari kata omed yang berarti luar biasa.

Sekali waktu di masa lalu, tradisi ini sempat ditiadakan. Namun, tiba-tiba di tengah desa timbul dua ekor babi hutan yang saling bertarung. Masyarakat Desa Sesetan berpendapat faktor tersebut sebagai pertanda kurang baik. Menonton pertanda ini, sesepuh desa pun segera terbuktigil kembali para muda-mudi untuk berkumpul serta menyelenggarakan omed-omedan semacam biasa. Seusai kejadian itu, tradisi ini semakin diadakan dengan cara selalu sebagai upaya supaya desa terhindar dari malapetaka.

Dalam tradisi ini, para muda-mudi setempat dikelompokkan menjadi dua grup, yaitu grup pria (teruna) serta grup wanita (teruni). Sebelum ritual dimulai, seluruh peserta mengikuti upacara persembahyangan bersama di Pura Banjar. Melewati persembahyangan bersama ini, para peserta memohon kebersihan hati serta kelancaran dalam pelaksanaan ritual omed-omedan. Seusai ritual sembahyang, ditampilkan pertunjukan tari barong bangkung (barong babi) yang dimaksudkan untuk mengingat kembali peristiwa beradunya sepasang babi hutan di desa ini.

Kedua kelompok ini berbaris berhadap-hadapan dengan dipandu oleh para polisi budaya (pecalang). Kemudian, dengan cara bergantian dipilih seorang dari masing-masing kelompok untuk diangkat serta diarak pada posisi paling depan barisan. Kedua kelompok ini kemudian saling beradu serta kedua muda-mudi yang diposisikan paling depan wajib saling berpelukan satu sama lain. Saat keduanya saling berpelukan, masing-masing kelompok bakal hebat kedua rekannya tersebut sampai terlepas satu sama lain. Apabila kedua muda-mudi ini tak juga bisa dilepaskan, panitia bakal menyiram mereka dengan air sampai basah kuyup.

Ketika pasangan muda-mudi saling berjumpa serta berpelukan erat, ada kalanya mereka bakal saling beradu pipi, kening, serta bahkan bibir. Masyarakat awam dari luar tak sedikit yang menyalahartikan faktor ini sebagai saling berciuman. Ritual omed-omedan pun dengan cara salah kaprah mendapat sebutan ritual ciuman massal dari Desa Sesetan.

Ngurah Bima mengungkapkan faktor ini tak lebih cocok, sebab pasangan muda-mudi ini saling berjumpa dalam tempo yang pendek serta kondisi yang ricuh. Meskipun kesempatan itu ada serta peserta menghendaki faktor tersebut, namun kondisi yang keos tak bakal memungkinkan para pesertanya untuk menikmati peristiwa tersebut.

Di masa lalu, masyarakat Sesetan hanya memandang tradisi omed-omedan sebagai tahap dari wujud masima krama alias dharma shanti (menjalin silaturahmi) antar sesama warga. Seiring perjalanan waktu, tradisi ini nyatanya menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Menyadari faktor ini, masyarakat setempat kemudian mengemas tradisi omed-omedan sebagai suatu festival warisan budaya tahunan dengan tajuk Omed-omedan Cultural Heritage Festival yang juga dimeriahkan dengan bazzar serta panggung pertunjukan. Dari tahun ke tahun, pengunjung festival ini semakin meningkat, terlebih lagi dari kalangan pecinta gambargrafi yang saling berkompetisi untuk mengawetkan peristiwatum langka tersebut sebagai objek eksplorasi mereka.

Terima kasih sudah menonton video ini, nantikan video-video menarik lainnya, silakan subscribe, like dan share untuk mendapatkan update video terbaru, terima kasih